Taman Nasional Manupeu Tanadaru

Nama Kawasan:
Taman Nasional Manupeu Tanadaru

Fungsi Kawasan:
Taman Nasional

Informasi Kawasan:
Taman Nasional Manupeu Tanadaru berada di Pulau Sumba untuk mempertahankan hutan yang masih baik yang tinggal 6,5 % dari luas pulau. Taman Nasional ini sebagai rumah dari 9 jenis burung endemik yang ada di pulau Sumba disamping flora dan fauna lainnya yang sangat kaya. Iklim yang kering menjadikan Taman Nasional sebagai salah satu daerah tangkapan air yang penting bagi masyarakat pulau Sumba.

Isu Permasalahan:
• Kondisi alam dan species yang semakin memprihatinkan, antara lain dengan terancam punahnya tiga species burung endemic. Minimnya data informasi PSDA di setiap lembaga yang terkait • Tingginya kebutuhan kayu bangunan, sementara sumber kayu sudah semakin berkurang di pulau Sumba. Hal ini mengakibatkan tingginya aktivitas ilegal logging namun ketersediaan sumber daya manusia pengelola TN masih kurang. • Adanya target pemerintah sebanyak 30% dari luas pulau Sumba adalah kawasan hutan untuk memenuhi keseimbangan ekosistem. Namun, sering terjadi kebakaran padang, kurang jelasnya batas di lapangan, baik secara hukum maupun fisik, juga pemahaman masyarakat terhadap batas yang masih rendah, adanya lahan pertanian yang benar-benar dibutuhkan dan produktif di kawasan TN. Hal ini menyebabkan adanya keberatan dari masyarakat terhadap penunjukan Taman Nasional. • Sumber mata air yang semakin berkurang dan jaraknya jauh dari pemukiman, tentunya hal ini sangat menyulitkan bagi ibu-ibu. Masalah air ini merupakan salah satu dari banyak masalah akibat berkurangnya kekuatan hubungan sosial budaya di dalam masyarakat serta nilai-nilai lokal yang berwawasan konservasi. Tidak terdokumentasinya nilai-nilai lokal yang berwawasan konservasi. • Adanya keinginan melakukan pengelolaan kolaboratif antar lintas kawasan di Taman Nasional di Pulau Sumba. Namun masih kurangnya pemberdayaan lembaga yang ada di tingkat masyarakat, kurangnya komunikasi dan kerjasama antar desa yang berada di sekitar TN (komunikasi dan kerjasama antar desa yang berada di sekitar kawasan TN belum terjalin dengan baik), aspirasi masyarakat belum terakomodir dalam strategi PSDA (di dalam dan di luar), baik oleh Pemerintah daerah maupun pengelola TN, tidak adanya dokumen kesepakatan yang diajukan sebagai dasar penerapan aturan desa, pengelolaan kawasan secara lestari dan berkelanjutan, serta bahan perencanaan pembangunan desa.

Tujuan Spesifik:
• Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan permasalahan di tingkat kawasan Taman Nasional kepada para pihak. Terkakomodirnya kepentingan dan aspirasi masyarakat dalam Pelestarian Sumber Daya Alam (PSDA) dalam meningkatkan kesejahteraannya. Bersinerginya kepentingan para pihak dalam PSDA. • Dicapainya pengelolaan Taman Nasional Manupeu Tandaru dengan adanya batas definitif yang diakui dan diterima semua pihak. Perlengkapan data dasar potensi SDH Sumba sebagai alat pengelolaan Taman Nasional.

Kelembagaan:
Terdapat beberapa pihak/lembaga yang membentuk sebuah kemitraan dalam proses ini, antara lain: • BKSDA (dalam hal ini KSDA Wilayah I Nusa Tenggara), • Kelembagaan formal pemerintah seperti Panitia Tata Batas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VIII Bali untuk tata batas. • BirdLife Indonesia dan Yayasan Pakta sebagai mediator dalam penyelesaian masalah dan fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat. • Kelembagaan yang ada di desa, KMPH (Kelompok Masyarakat Pelestarian Hutan), FKAD (Forum Komunikasi Antar Desa), masyarakat adat.

Mekanisme Kelembagaan:
• KMPH merupakan lembaga yang mendukung masyarakat dan pemerintahan desa dalam PSDA. KMPH memiliki kelompok dengan agenda yang jelas (perencanaan di tingkat desa). KMPH setiap tahun melakukan pertemuan tahunan. KMPH sebagai leader dalam implementasi KPAD. • Dalam penyelesaian masalah batas, dengan mengikuti prosedur formal tata batas pemerintah. LSM berperan dalam pemberdayaan masyarakat seperti mendorong masyarakat mengumpulkan masalah batas kawasan hutan, memberikan pemahaman proses tata batas di masyarakat, memilih secara demokratis wakil masyarakat yang duduk dalamPanitia Tata Batas, ikut berperan dalam membangun batas sementara dan defenitif, dan masyarakat memelihara batas yang sudah disepakati bersama.

Penataan Ruang:
Di Taman Nasional Manupeu Tanadaru terdapat 22 desa yang berdampingan langsung. Batas Taman Nasional merupakan permasalahan yang diinginkan multipihak untuk diselesaikan. Penataan batas kawasan temu gelang sebagai batas wilayah pengelolaan dan penataan batas zonasi untuk mengakomodasika klaim lahan yang secara teknis tidak dapat dikeluarkan

Peningkatan Kapasitas:
• Pelatihan peningkatan kapasitas KMPH. • Pertemuan tahunan KMPH Se Sumba, yang mempertemukan 38 desa di 2 Taman Nasional. • Memfasilitasi KMPH dengan lembaga donor untuk mengakses dana. • Kerjasama antar lembaga di tingkat konsep maupun praktis di lapangan.

Bentuk Kegiatan:
SPHS (Strategi Pelestarian Hutan Sumba): • Sosialisasi gagasan ke masyarakat tentang perlunya kawasan konservasi • Penggalian data dan info sosisal ekonomi dan budaya melalui pendekatan PRA dan Studi Literatur • Seminar hasil pengkajian dan peluncuran buku SPHS Kajian Pengumpulan Data, Kemitraan dan Data dasar: • Proses pembentukan forum/ kelompok masyarakat berdasarkan kebutuhan masyarakat • Pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas • Mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan PSDA yang kolaboratif KMPH: • Pembentukan kelompok KMPH berdasarkan kelompok yang ada (tani, pidra, ternak) • Dalam menyususn AD dan ART kelompok merupakan syarat badan hukum • Identifikasi masalah yang terjadi di desa • Diskusi antara masyarakat dalam desa • Pendampingan oleh pihak luar • Implementasi dari inisiatif-inisiatif pelestarian alam yang sudah tertuang dalam Kesepakatan Pelestarian Alam Desa seperti pemeliharaan mata air, membawa hutan ke kebun, pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. • Memonitoring tekanan dan ancaman terhadap sumberdaya alam desa dan Taman Nasional secara berkala. FKAD • Pendekatan sub kawasan yang diwakili oleh salah satu anggota forum (Koorwil) • Mengkoordinir parapihak (Koorwil) untuk merumuskan satu bentuk forum KPAD • Sosialisasi awal tingkat desa tentang taman nasional, perencanaan secara bottom up di tingkat desa. • Sosialisasi kajian dusun – Pleno dusun – Pleno desa – Hasil – Draft 01 – BKSDA – Masyarakat – Pemda – Final Tata Batas • Mendorong fungsi dan peran Panitia Tata Batas (PTB) dalam penyelesaian hak- hak pihak ke tiga. • Dokumentasi data akses masyarakat berdasarkan KPAD (sejarah desa, profil desa, klaim lahan, status lahan,luas dan harapan masyarakat • Sosialisasi tata batas (tentang aturan, proses tata batas, keterlibatan masyarakat) • Fasilitasi dan fasilitator KPAD tata batas (NGO) • Negosiasi awal berdasar proyeksi batas dan klaim rakyat • Pelaksanaan tata batas sementara. • Penyelesaian hak- hak pihak ketiga oleh PTB melalui rapat PTB. • Pelaksanaantata batas definitif. Peningkatan kapasitas: • Peningkatan kapasitas KPAD telah diwujudkan pada beberapa desa yang memiliki KPAD yakni: o Desa Umbu langgang o Desa Mamurara o Desa Waimanu o Desa Watumbelar (pengembangan zona interaktif untuk pertanian intensif) o Desa Konda Maloba. • Peningkatan kapasitas administrasi anggota KMPH dalam menjalankan organisasi KPAD: • Kesepakatan Pelestarian Alam Desa (KPAD) merupakan kesepakatan antara pemerintah dan masyrakat dalam melestarikan Sumber Daya Alam (SDA) desa dan Taman Nasional • KPAD merupakan dokumen perencanaan tingkat desa yang dikaji dan diolah berdasar kesepakatan masyarakat tingkat dusun, dan tingkat desa • KPAD berisikan: o Potensi SDA desa o Sejarah desa o Klaim lahan dalam kawasan o Kekuatan dan kelemahan masyarakat dalam bidang ekonomi o Kebakaran padang o Kebutuhan air/ kelestarian mata air o Kesehatan o Pendidikan o Keamanan o Tata ruang desa o Kebutuhan kayu • Fungsi KPAD o Acuan pemerintah desa dalam penyususnan pembangunan desa yang akan dibawa dalam musbag di kecamatan atau kabupaten o Nilai tawar masyarakat untuk kompensasi terhadap kepedualiann terhadap kawasan o Dokumen pembuatan rencana pembinaan daerah oenyangga o Dokumen penerapan perdes o Analisis SWOT desa, dasar perencanaan peningkatan ekonomi desa • Legalitas: KPAD ditinjau dari aspek legal pemerintah (BKSDA dan PEMDA) • Proses penyusunan KPAD: o KPAD hasil masyarakat (upaya tindak lanjut) merupakan draft 1 yang diajukan ke BKSDA TN. Oleh BKSDA TN kemudian dikembalikan untuk disepakati o KPAD telahan BKSDA (disepakati) merupakan draft 2 yang diajukan ke pemda dan dikembalikan untuk disepakati. o KPAD telahan PEMDA disepakati dan diajukan penandatanganan oleh PEMKAB dan Dephut yang kemudian akan menjadi KPAD final.

Capaian Saat Ini:
• Ada SK Menhut tentang penunjukan Taman Nasional • Tersedianya data dan informasi Taman Nasional • 70% desa sekitar kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru telah terbentuk KMPH: 13/22 desa (yang punya AD/ART) • Terbentuknya FKAD yang mengakomodir kegiatan antar KMPH pada tingkat keamanan • 13 desa sudah mencapai Kesepakatan Pelestarian Alam Desa final (disepakati oleh masyarakat dengan pemerintah sebagai pengelola Taman Nasional), 9 desa dalam proses (draft 1) • Penatata Batas sudah: o 19 desa tata batas definitif, o 3 desa tata batas sementara • Peningkatan ekonomi dan kesejahteraan oleh masyarakat desa, KMPH, pemerintah daerah, dan didukung lembaga dana seperti GEF small grand di desa Watumbelar, Canada Fund di desa Manurara dan Umbu Langang, Access di desa Tanamodu, dan seluruh desa sekitar Taman Nasional dari pendanaan Danida. • Mulai dibangun Unit Pengelolaan Teknis Taman Nasional Manupeu Tanadaru.

2 Responses so far »

  1. 1

    whalee said,

    wets….
    artikelnya bagus2….
    lebih mnyangkut tentang alam…
    wah salut….

    blognya juga bagus…
    kapa2 ajarinnya editingnya,…..

  2. 2

    duchy1512 said,

    wow..
    banyak banget ya isinya..

    hehhe.. makasih buat komennya,


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: