Kawasan Pelestarian Alam

Melongok Kawasan Pelestarian Alam

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan pelestarian alam, untuk melindungi flora dan fauna khas dan endemik di Pulau Kalimantan. Awalnya terdiri dari Cagar Alam Kotawaringin dan Suaka Margasatwa Sampit dengan luas total 305.000 hektare.

Namun semenjak tahun 1996 taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya Kalimantan Tengah ini bertambah luasnya menjadi 415.040 hektar.

Secara geografis terletak antara 2 derajat 35′- 3 derajat 20′ Lintang Selatan dan 111 derajat 50′- 112 derajat 15′ Bujur Timur dan meliputi wilayah Kecamatan Kumai, Kecamatan Hanau di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kecamatan Pambuang Hulu, Kecamatan Sebuluh dan Kecamatan Seruyan Hilir di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kawasan ini dibatasi oleh anak Sungai Kumai, Sungai Sekonyer di sebelah utara, Sungai Seruyan (Bagian timur) dan pantai Laut Jawa di sebelah selatan dan barat.

Tanjung Puting beserta beberapa taman nasional lain di Kalimantan, merupakan benteng terakhir dalam penyelamatan satwa dan tumbuhan asli Kalimantan yang terancam kepunahan akibat besarnya desakan hidup manusia. Jadi penyelamatan kawasan ini sangat penting artinya, karena masih banyak rahasia kehidupan dalam kawasan ini yang belum banyak digali untuk kepentingan manusia di masa depan.

Taman nasional ini memiliki beberapa tipe ekosistem yaitu tipe tipe hutan hutan tropika dataran rendah, hutan tanah kering (hutan kerangas), Hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, hutan bakau (mangrove), hutan pantai dan hutan sekunder.

Jenis-jenis flora utama di daerah utara kawasan adalah hutan kerangas dan tumbuhan pemakan serangga seperti kantong semar (Nepenthes sp.).

Hutan rawa gambut sejati, memiliki jenis tumbuhan yang memiliki akar lutut, dan akar udara.

Jenis-jenis tumbuhan lain yang dapat ditemui di Taman Nasional Tanjung Puting adalah meranti (Shorea sp.), ramin (Gonystylus bancanus), jelutung (Dyera costulata), gaharu, kayu lanan, keruing (Dipterocarpus sp.), ulin (Eusideroxylon zwageri), tengkawang (Dracontomelas sp.), Dacrydium, Lithocarpus, Castanopsis, Hopea, Schima, Melaleuca, Diospyros, Beckia, Jackia, Licuala, Vatica, Tetramerista, Palaquim, Campnosperma, Casuarina, Ganua, Mesua, Dactylocladus, Alstonia, Durio, Eugenia, Calophyllum, Pandanus, Imperata cylindrica, Crinum sp., Sonneratia, Rhizophora, Barringtonia, nipah (Nypa Fruticans), Podocarpus dan Scaevola.

Sedangkan untuk tumbuhan lapisan bawah hutan terdiri dari jenis-jenis rotan dan permudaan/anakan pohon

Satwa di Taman Nasional Tanjung Puting umumnya jenis endemik yang hidup di Pulau Kalimantan. Yang cukup dikenal dan dilindungi adalah orangutan (Pongo pygmaeus), Bekantan (Nasalis larvatus), owa-owa (Hylobates agylis), Beruang madu (Helarctos malayanus), Selain itu kawasan juga dihuni oleh sedikitnya 38 jenis mamalia termasuk 9 jenis primata, 16 jenis reptilia, dan 200 jenis burung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: